Sjahrir

Written By maura avel on Friday, November 16, 2012 | 4:39:00 PM

 Lahir     24 Februari 1945

Indonesia Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Meninggal     28 Juli 2008 (umur 63)
Kebangsaan     Indonesia
Pekerjaan     Ekonom, Politisi
Dr. Sjahrir (lahir di Kudus, Jawa Tengah, 24 Februari 1945 – meninggal di Singapura, 28 Juli 2008 pada umur 63 tahun) adalah seorang ekonom Indonesia. Sjahrir dikenal sebagai salah seorang mahasiswa yang dijebloskan ke penjara sewaktu peristiwa Malari di Jakarta tahun 1974. Sampai akhir hayatnya dia menjabat sebagai seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang membawahi bidang ekonomi, yang telah resmi dilantik pada tanggal 11 April 2007.
Kehidupan pribadi
Ia menikah dengan Kartini Panjaitan, seorang doktor di bidang antropologi yang kini menjabat Duta Besar RI untuk Argentina. Juga ketua Asosiasi Antropologi Indonesia. Dari pernikahan itu, pasangan Sjahrir-Kartini memperoleh seorang putra, Pandu, serta seorang putri, Gita.
Sjahrir lahir sebagai anak satu-satunya dari pasangan Ma’amoen Al Rasyid dan Roesma Malik. Ayahnya adalah pejabat pemerintah pada masa pemerintahan kolonial Belanda, sementara ibunya adalah pegawai Inspektorat Pendidikan Wanita di Departemen Pendidikan. Meskipun berasal dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, keluarga Sjahrir lebih banyak tinggal di pulau Jawa; Kudus, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan terutama Jakarta.
Karier
Sjahrir dikenal sebagai ekonom dan politikus. Ketika masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1974, Sjahrir menjadi seorang aktivis. Latar belakang itulah yang membawanya ke dunia politik. Pada tahun 2002, Sjahrir mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia Baru sebagai upaya menawarkan solusi bagi bangsa yang tengah dilanda masalah.
Sebagai mahasiswa
Sjahrir menerima pendidikan dasarnya di sebuah sekolah negeri di Jakarta meski sempat mengenyam pendidikan di Dalton Elementary School, Amsterdam. Ia melanjutkan ke sekolah menengah Canisius College, Jakarta. Di sekolah itulah Sjahrir menemukan kecintaannya akan pelajaran ekonomi. Setelah lulus dari Canisius College, ia diterima di Universitas Indonesia, tempat ia belajar ilmu ekonomi.
Selama periode ini, Sjahrir aktif di kegiatan kemahasiswaan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA). Aktivitasnya di IMADA membuatnya terpilih sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) Jakarta. Selain itu, aktivitasnya di badan kemahasiswaan kampus membuatnya terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.
Badan kemahasiswaan Universitas Indonesia memiliki peran yang cukup besar dalam pergerakan politik Indonesia. Pada tahun 1974, para mahasiswa memprotes kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan peran investasi asing di Indonesia. Demonstrasi kemudian bergejolak menjadi kerusuhan—peristiwa itu dikenal sebagai Malari. Sjahrir yang pada saat itu telah lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia dan hendak bersiap-siap berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan S2 atas beasiswa di Kennedy School of Government, Universitas Harvard, ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman penjara 6,5 tahun atas tuduhan subversi dalam keterlibatannya pada peristiwa tersebut. Meski demikian, Sjahrir hanya menghabiskan waktu di penjara selama hampir 4 tahun sebagai tahanan politik.
Setelah keluar dari penjara, Ford Foundation yang menjadi sponsor beasiswanya, masih memberikan kesempatan kepada Sjahrir untuk mengenyam pendidikan S2-nya. Ia lulus pada tahun 1983 dari Universitas Harvard dengan gelar doktor di bidang Ekonomi Politik & Pemerintahan. Di Harvard pulalah ia sempat menjalin pertemanan dengan Ninoy Aquino dan Kim Dae Jung.
Sebagai ekonom
Sjahrir muda
Setelah meraih gelar doktor, Sjahrir membagi ilmunya dengan menjadi dosen di fakultas lamanya, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian mendirikan lembaga yang bernama Insititute for Economic and Financial Research (Ecfin) bersama rekan-rekan ekonomnya. Salah satunya adalah Dr. Mari Elka Pangestu yang kini menjadi menteri perdagangan Republik Indonesia. Sjahrir juga mendirikan lembaga lain, yaitu Yayasan Padi & Kapas, yang kegiatan utamanya adalah penelitian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Hingga akhir hayatnya, Sjahrir aktif sebagai konsultan dan penasihat untuk bank-bank dan perusahaan-perusahaan publik. Banyaknya seminar ekonomi yang dihadirinya sebagai pembicara, serta lebih dari selusin buku yang diterbitkannya, memantapkan namanya sebagai kritikus dan analis ekonomi yang cukup dipandang di negeri ini. Sejak tahun 1994, ia menjadi narasumber di Dewan Sosial & Politik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
Sebagai politikus
Ketika krisis moneter yang mengguncang Indonesia pada tahun 1997 berkelanjutan menjadi krisis ekonomi dan politik, Sjahrir terdorong untuk menawarkan solusi untuk negeri ini. Pada tahun 2001, pada masa Reformasi, Sjahrir mendirikan Perhimpunan Indonesia Baru. Aktivitas utama perhimpunan itu adalah menyelenggarakan cabinet watch yang mengawasi keputusan-keputusan pemerintah atas kebijakan-kebijakan tertentu, dan mengumumkan hasil pengawasan itu ke masyarakat.
Tidak puas dengan proses Reformasi setelah jatuhnya Soeharto, Syahrir dan rekan-rekannya yang memiliki ide yang sama di Perhimpunan Indonesia Baru mengumumkan berdirinya Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Partai ini mencoba menawarkan solusi alternatif pada era Reformasi melalui partisipasi di pemilihan umum 2004. Sjahrir sendiri berkesempatan mencalonkan diri di pemilihan presiden tahun itu, namun tidak memperoleh jumlah suara yang cukup untuk maju ke tahap berikutnya. Meski demikian, mengetahui bahwa keahlian ekonomi Sjahrir dapat bermanfaat bagi pemerintah yang baru, Presiden Republik Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat, Susilo Bambang Yudhoyono, menunjuk Sjahrir sebagai Penasihat Ekonomi Presiden. Tugas Sjahrir sebagai Penasihat Ekonomi Presiden termasuk menjadi duta khusus Presiden RI ke negara-negara lain, menjalankan misi kepresidenan.
Sebagai tokoh masyarakat
Sebagai ahli ekonomi dan tokoh masyarakat, Sjahrir sempat memandu acara (Info untuk Anda & Dialog Aktual di Indosiar) dan tampil di televisi nasional menjadi narasumber, antara lain Metro TV, SCTV, TPI, Anteve, TVRI, Lativi.
Meninggal dunia
Ia wafat setelah beberapa lama dirawat di RS Mt. Elizabeth, Singapura karena menderita kanker paru-paru.
Posisi yang pernah dijabat Sjahrir
    * April 2005 – meninggal: Penasihat Presiden Republik Indonesia (lihat Lampiran: Undangan kepada Dr. Syahrir dari Menteri Sekretaris Negara RI)
    * 2002 - meninggal: Pendiri & Ketua Umum Partai Perhimpunan Indonesia Baru
    * 1994 – 2004: Ketua Laboratorium Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan Pengkajian Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang Indonesia (KADIN)
    * September 1989: Pendiri Institute for Economic and Financial research (ECFIN)
    * 1987: Pendiri Yayasan Padi & Kapas
Pengalaman profesional
    * 1983 – meninggal: Pembicara sebagai ahli ekonomi di forum-forum lokal, nasional, dan internasional
    * 1996 - April 2005: Presiden Direktur PT SYAHRIR SECURITIES, sebuah perusahaan sekuritas, Jakarta
    * 1994: Narasumber di Dewan Sosial & Politik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Pengalaman politik
    * 1965 – 1969: Menjadi anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dengan jabatan akhir Ketua Periodik KAMI Pusat
    * 1974 – 1977: Ditangkap dan diadili sebagai tahanan politik dalam peristiwa Malapetaka 15 Januari (Malari)
    * 2001: Mendirikan Perhimpunan Indonesia Baru (PIB)
    * 2002: Deklarator Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB)
    * 2002 – meninggal: Ketua Umum Partai PIB
    * Agustus 2006: Kunjungan kerja ke Amerika Serikat sebagai Utusan Khusus (Special Envoy) untuk Presiden RI
    * Oktober 2006: Kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang sebagai Utusan Khusus (Special Envoy) untuk Presiden RI
    * Februari 2007: Kunjungan kerja ke Washington, DC sebagai Utusan Khusus (Special Envoy) untuk Presiden RI

Posisi akademik
    * Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)
    * Anggota American Economic Association (AEA)

Karya tulis
Bahasa Indonesia
Ditulis sendiri
   1. Ekonomi Politik Kebutuhan Pokok, LP3ES, Jakarta, 1986.
   2. Kebijaksanaan Negara: Konsistensi dan Implementasi, LP3ES, 1987; cetakan kedua LP3ES, 1988.
   3. Analisis Ekonomi Indonesia, Gramedia, 1990, cetakan kedua 1991, cetakan ketiga 1992, cetakan keempat 1995.
   4. Dinamika Ekonomi Indonesia, Warta Ekonomi, 1992.
   5. Refleksi Pembangunan, Gramedia, 1992.
   6. Ekonomi Politik Indonesia, Yayasan Keluarga Bhakti Surabaya, PT. Gramedia, 1993.
   7. Ekonomi Enak Dibaca dan Perlu, Pustaka Utama Grafiti, 1994.
   8. Persoalan Ekonomi Indonesia: Moneter, Perkreditan dan Neraca Pembayaran, Pustaka Sinar Harapan, 1995.
   9. Kebijakan Negara Mengantisipasi Masa Depan, Yayasan Obor Indonesia, 1994.
  10. Analisis Bursa Efek, Gramedia Pustaka Utama, 1995.
  11. Pikiran Politik Sjahrir, Pustaka LP3ES Indonesia, 1994.
  12. Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Bisnis, Jurnalindo Aksara Grafika, 1995.
  13. Formasi Mikro-Makro Ekonomi Indonesia, Universitas Indonesia Press, 1995.
  14. Catatan Ekonomi Indonesia, Adhiprint Indonesia, 1995.
  15. Spektrum Ekonomi Politik Indonesia, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1995.
  16. Ekonomi Politik Konglomerasi Indonesia, Warta Ekonomi, 1995.
  17. Tinjauan Pasar Modal, Gramedia Pustaka Utama, 1995.
  18. Meramal Ekonomi di Tengah Ketidakpastian, Gramedia Pustaka Utama, 1995.
  19. Masuk Krisis Keluar Krisis: Para Tokoh Menggugat, Erlangga, 1999
  20. Krisis Ekonomi Menuju Reformasi Total, Yayasan Obor Indonesia, Yayasan Padi & Kapas, 1999
  21. Membangun Indonesia Baru, Perhimpunan Indonesia Baru, 2002
  22. Transisi Menuju Indonesia Baru, Yayasan Obor Indonesia, 2004
Sebagai penyunting
   1. Menuju Masyarakat Adil Makmur. 70 Tahun Prof. Sarbini Sumawinata, Gramedia, 1989 (editor).
   2. Mobilisasi Dana dalam Era Deregulasi, Yayasan Padi dan Kapas, 1989; cetakan kedua, 1990 (editor).
   3. Analisis dan Metodologi Ekonomi Indonesia, Gramedia, 1991 (editor).
   4. Pembiayaan Investasi. Kendala dan Prospek, ISEI Jaya, 1990 (editor).
   5. Pendewasaan Pasar Modal, Editor Sjahrir dan Marzuki Usman, ISEI Jakarta, 1991 (editor).
   6. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan, Yayasan Obor Indonesia, 1988 (co-editor).
   7. Ekonomi Ubi Kayu di Jawa, editor terjemahan dari The Cassava Economy of Java (Editors: W.P. falcon, et. al), PSH, 1984 (editor terjemahan).
Sumbangan tulisan
   1. Perempuan, Politik dan Jurnalisme. Tujuh Puluh Tahun Toety Azis, Daniel Dhakidae (editor). Yayasan Padi dan Kapas 1994; dengan tulisan Pakar Ekonomi, Kebijaksanaan dan Ekonomi Politik.
   2. Sistem Ekonomi Kita, dalam buku Saya adalah Orang yang Berhutang. 70 Tahun Dr. T.B. Simatupang, PSH, 1990.
   3. Konglomerat Indonesia: Persepsi Masyarakat dan Perspektif Masa Depan, dalam buku Konglomerat Indonesia Permasalahan dan Sepak Terjangnya, PSH, 1990.
   4. Menuju Masyarakat Baru Indonesia. Antisipasi terhadap Tantangan Abad XXI, GPU, 1990
   5. Pemberian Keterangan yang Tidak Benar. Suatu Telaah Ekonomi Umum dalam buku Praktek Pemberian Keterangan yang Tidak Benar. Suatu Modus Penyimpangan Ekonomi, UI Press, 1991.
   6. Industrialisasi Pedesaan, editor Sayogyo dan Mangara Tambunan sebagai pembahas hal. 415-419, Penerbit PT Sekindo Eka Jaya, Agustus 1990, untuk Pusat Studi Pembangunan Lembaga Penelitian IPB dan ISEI Cabang Jakarta.
   7. Sosok Demokrasi Ekonomi Indonesia, Yayasan Keluarga Bhakti Surabaya, PT Gramedia, 1993.
   8. Politik Ekonomi Kesehatan Indonesia, Yayasan Padi dan Kapas, editor Dr. Gulardi H. Wignjosastro, 1993
Penulis pengantar
   1. Ekonomi Indonesia, Gustav F. Papanek (Ed.), Gramedia, 1988.
   2. Pemikiran ke Arah Demokrasi Ekonomi, Didik J. Rachbini (Ed.), LP3ES, 1990.
   3. Krisis Teori Ekonomi, Daniel Bell & Irving Kristol (Eds.), LP3ES, 1988.
   4. Perusahaan Trans Nasional, Pieter Kuin (Ed.), Yayasan Obor Indonesia & Gramedia, 1987.
   5. Demokrasi Ekonomi, LP3ES, 1990.
   6. Konglomerasi, Taipan, dan Koneksi Bisnis, Djafar H. Assegaff, Warta Ekonomi, 1994.
Bahasa Inggris
   1. Basic Needs in Indonesia. Economics, Politics, and Public Policy, ISEAS, Singapore, 1986.
Kontribusi
   1. The Indonesian Economy Facing the 1990s. Structural Transformation and Economic Deregulation, dalam buku Southeast Asian Affair 1990, ISEAS, Singapore, 1990.
   2. The Indonesian Deregulation Process: Problems, Constraints and Prospects, dalam “Economic Policy-Making in the Asia Pacific Region”, John W. Langford & K. Lorne Brownsey (Eds.), The Institute for Research on Public Policy, Quebec, Kanada, 1990.
   3. Problems and Prospects for Inter-Governmental Cooperation in US-ASEAN Trade: The Indonesia Perspective, dalam buku “US-ASEAN Trade. Current Issues and Future Strategies”, Pamela Sodhy (Ed.), Malaysian Association for American Studies, Kuala Lumpur, 1988.
   4. Adjustment Policies of Small Open Economics, the Experience of Indonesia, dalam “Economic Reform and Internationalization: China and the Pacific Region”, Ross Garnaut, Lin Guogang, Allen & Unwin (Eds.), ANV, 1992.
   5. Challenging Business As Usual, dalam “Indonesia’s Experiences Under the New Order”, Jan-Paul Dirkse, Frans Husken & Mario Rutten (Eds.), Koninklijk Instituut Voor Taal, Landen Volkenkunde, 1993.
   6. The Indonesian Economy: A Case of Macro Success and Micro Challenge, dalam “Indonesia Assessment 1993”. Labour: Sharing in the Benefits of Growth, Chris Manning and Joan Hardjono (Eds.), ANU, Canberra, 1993.
   7. The Concept and the Reality of Development, dalam “Economy and Ecology in Sustainable Development”, Editor SPES, Gramedia, 1994.
   8. Building A New Indonesia, Perhimpunan Indonesia Baru, 2002
Ditulis bersama penulis lain
   1. Indonesian Financial and Trade Policy Deregulation: Reform and Response, bersama Colin Brown, dalam buku The Dynamics of Economic Policy Reform in South East Asia and the South-West Pacific, Andrew J. MacIntyre and Kanishka Jayasuriya (Eds.), Oxford University Press, 1992.
   2. Indonesian Palm Oil Trade and Development: A Case of Policy Induced Distortion, bersama Erna Zetha Rusman, dalam buku Trade, Protectionism, and Industrial Adjustment in Vegetable Oils. Asian Responses to North America, J. Tan Loong Hoe & S. Sharma (Eds.), ISEAS, 1989.
   3. The Role of the Budget in Indonesias Economic Restructuring, bersama Widjanarko, dalam buku The Politics of Economic Reform in Southeast Asia: The Experience of Thailand, Indonesia and the Philippines, David G. Timberman (Ed.), Asian Institute of Management, Philippines, 1992.
Artikel
1983 – Maret 2007: Sjahrir menulis ratusan artikel di harian dan majalah nasional maupun internasional seperti Kompas, Tempo, Asian Wall Street Journal, Bulletin of Indonesian Economic Studies.
Beberapa artikel tersebut antara lain:
    * Maret 2007: Sarbini Sumawinata: Ekonom, Pembangun Lembaga, dan Politisi Idealis, TEMPO
    * Februari 2007: Demokrasi dan Kemakmuran: Catatan Khusus Pidato Guru Besar Profesor Boediono, Syahrir Research
Biografi
    * Sjahrir (komik), Masmimar Mangiang, Benny Rachmadi, Muhammad Misrad, Perhimpunan Indonesian Baru, 2004
Sumber:[http://id.wikipedia.org]

0 comments:

Post a Comment